DBHCHT 2026 Digelontorkan Rp2,3 Miliar, Dinas Pertanian Kota Bima Targetkan Produksi 150 Ton | SorotNTB
Cari Berita

Iklan 970x90 px

DBHCHT 2026 Digelontorkan Rp2,3 Miliar, Dinas Pertanian Kota Bima Targetkan Produksi 150 Ton | SorotNTB

Senin, 04 Mei 2026


Kadis Pertanian Kota Bima Abdul Najir 

Kota Bima, SorotNTB.com
–  Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bima tahun 2026 sebesar Rp2,3 miliar untuk pengembangan sektor pertanian tembakau dengan luas lahan mencapai 100 hektare.


Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota 

Bima, Abdul Najir, menjelaskan bahwa program ini tersebar di sejumlah wilayah, yakni Kecamatan Asakota dengan 6 kelompok tani, Raba 8 kelompok, Rasanae Timur 10 kelompok, dan Mpunda 1 kelompok. Selain itu, terdapat penambahan dua kelompok baru di Kota Bima.


“Seluruh bantuan sudah disalurkan kepada petani, mulai dari sarana pembibitan, mesin paraja, karoro, handsprayer, karung goni, karung hasian, plastik, para-para, pupuk hingga obat-obatan. Petani tinggal fokus pada proses budidaya,” jelas Abdul Najir Senin 04 Mei 2026.


Ia juga menyebutkan bahwa pengembangan tembakau tahun ini menggunakan dua skema. Dari 100 hentar,  50 hektare lahan akan mendapatkan pendampingan intensif dari PT Sanara Arif Musa asal Jawa Timur, mulai dari tahap pembibitan hingga panen.


Sementara itu, 50 hektare sisanya akan menggunakan skema berbeda dengan melibatkan perusahaan lain sebagai pembeli hasil panen. Tidak hanya satu perusahaan, kini terdapat beberapa pihak yang siap menyerap hasil produksi petani, di antaranya UD Teguh Mandiri dan UD Kirana Rinjani.


“Pembeli tembakau sekarang tidak hanya satu perusahaan, ada beberapa pihak yang siap menampung hasil petani, sehingga peluang pasar semakin terbuka,” tambahnya.


Untuk target produksi, Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bima menargetkan hasil panen tembakau tahun 2026 mencapai 150 ton. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 94 ton.


“Harga tembakau nantinya akan ditentukan berdasarkan kualitas hasil panen petani,” tegas Abdul Najir.


Dengan adanya dukungan anggaran dan pendampingan tersebut, diharapkan sektor pertanian tembakau di Kota Bima semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani. (Red)