![]() |
| Material Disposal Menumpuk di bibir sungai |
Kota Bima, SorotNTB.com – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melaksanakan proyek besar pengendalian banjir di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Proyek bertajuk Urban Flood Control System Improvement in Selected Cities (Phase 2) ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk mengurangi risiko banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.
Material berupa lumpur, sampah, dan sisa sedimentasi tersebut seharusnya dibuang ke lokasi khusus agar tidak menimbulkan dampak lanjutan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan disposal justru dibuang secara sembarangan.
Tak hanya itu, material hasil pengerukan juga dilaporkan dibuang hingga menggunung di area Sekolah SPMA Kota Bima. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, baik dari sisi lingkungan, dan aktivitas pendidikan di sekitar lokasi. Selain itu ijin amdal (analisis dampak lingkungan diduga belum dikantongi).
Sejumlah pihak menilai, kontraktor pelaksana seharusnya menyediakan lokasi pembuangan khusus (disposal area) yang memenuhi standar, sehingga tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek belum berhasil dikonfirmasi. Hal serupa juga terjadi pada pihak SPMA Kota Bima yang belum memberikan keterangan resmi terkait penumpukan material tersebut.
Masyarakat berharap instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan pengawasan dan memastikan proyek berjalan sesuai ketentuan, tanpa merugikan lingkungan maupun fasilitas umum. (Red)


