
Kondisi proyek normalisasi sungai ambruk
Kota Bima, SorotNTB .com – Proyek penataan bibir sungai yang berlokasi di Lingkungan Sadia, Kota Bima, menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi (spek) standar. Sejumlah warga menilai kondisi fisik proyek yang terlihat mengalami kerusakan atau ambrok menjadi indikasi lemahnya kualitas pengerjaan.
Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan proyek tersebut dikerjakan oleh PT Brantas, dengan nilai anggaran yang bersumber dari negara. Dalam unggahan tersebut, disebutkan pula bahwa pekerjaan diduga tidak maksimal sehingga tujuan utama proyek, yakni mengantisipasi banjir bandang, dinilai belum tercapai secara optimal.
Dari pantauan gambar yang beredar, terlihat bagian tebing sungai mengalami longsor di sisi konstruksi beton. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat setempat, mengingat proyek tersebut seharusnya menjadi solusi penguatan struktur sungai untuk mencegah erosi dan banjir.
Sejumlah warga meminta pihak terkait, termasuk kontraktor pelaksana dan instansi pengawas, untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan. Mereka juga berharap adanya transparansi terkait pelaksanaan proyek, mulai dari perencanaan hingga pengawasan di lapangan.
“Kalau benar tidak sesuai spek, ini harus ditindak. Karena ini menyangkut keselamatan masyarakat,” ujar salah satuwarga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Brantas maupun instansi pemerintah terkait mengenai dugaan tersebut. Masyarakat pun mendesak agar dilakukan audit teknis guna memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Kasus ini menambah daftar perhatian publik terhadap pelaksanaan proyek infrastruktur di daerah, khususnya yang menggunakan anggaran negara, agar benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. (Red)

