Luput dari Data, Janda Miskin di Kota Bima Tak Pernah Tersentuh Bansos | SorotNTB
Cari Berita

Iklan 970x90 px

Luput dari Data, Janda Miskin di Kota Bima Tak Pernah Tersentuh Bansos | SorotNTB

Sabtu, 18 April 2026

Landa Lansia Warga Tanjung Kota Bima

Kota Bima, SorotNTB.com
– Di tengah gencarnya penyaluran bantuan sosial (bansos), fakta miris justru terjadi di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat. Seorang janda miskin, Landa (57), sama sekali belum pernah merasakan bantuan dari pemerintah.


Landa, warga RT 11 RW 04, hidup dalam kondisi serba kekurangan di rumah panggung yang tak layak huni. Sejak suaminya meninggal sembilan bulan lalu, ia tak memiliki penghasilan tetap dan hanya bertahan hidup dari uluran tangan keluarga serta belas kasih tetangga.


Ironisnya, dengan kondisi ekonomi yang tergolong miskin ekstrem, Landa tidak pernah tercatat sebagai penerima bantuan sosial, baik bantuan pangan maupun Program Keluarga Harapan (PKH). Padahal, ia seharusnya masuk dalam kategori prioritas penerima.


Selama ini, satu-satunya bantuan yang pernah diterima hanyalah program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sekitar lima tahun lalu, itupun sebatas pembangunan dapur.


Fakta ini mengindikasikan bahwa Landa tidak masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yang menjadi acuan utama penyaluran bansos. Kondisi tersebut memunculkan dugaan kuat adanya kesalahan pendataan atau lemahnya proses verifikasi di tingkat lapangan.


Lurah Tanjung, Irwan S.Sos, membenarkan bahwa Landa belum pernah menerima bantuan sosial.


“Memang benar, yang bersangkutan belum pernah mendapatkan bantuan PKH maupun bantuan pangan lainnya,” ujarnya.


Pengakuan serupa juga disampaikan warga sekitar.


“Memang tidak pernah dapat PKH, hidupnya dari keluarga saja,” kata salah satu tetangga.


Hingga berita ini diturunkan, Koordinator PKH Kelurahan Tanjung maupun Dinas Sosial Kota Bima belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab tidak masuknya Landa dalam daftar penerima bantuan.


Kasus ini menjadi tamparan keras bagi akurasi data kemiskinan di Kota Bima. Jika persoalan ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin masih banyak warga miskin ekstrem lain yang luput dari perhatian dan gagal mendapatkan perlindungan sosial yang seharusnya menjadi hak mereka. (Red)