Ketua DPRD Kota Bima Selesaikan Sengketa Lahan Proyek Drainase Santi | SorotNTB
Cari Berita

Iklan 970x90 px

Ketua DPRD Kota Bima Selesaikan Sengketa Lahan Proyek Drainase Santi | SorotNTB

Jumat, 03 April 2026

Sengketa lahan Drainase Santi tuntas

Kota Bima, SorotNTB.com
– Komitmen kuat dalam mengawal pembangunan daerah kembali ditunjukkan Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, SH. Ia turun langsung ke lapangan untuk memastikan penyelesaian sengketa lahan proyek drainase primer di Kelurahan Santi, Jumat (3/4/2026).


Sejak pagi hingga sekitar pukul 11.00 WITA, Syamsurih tetap berada di lokasi, mengawal jalannya mediasi antara warga dan pihak terkait agar berlangsung kondusif dan menemukan titik temu.


Upaya tersebut membuahkan hasil. Dalam waktu kurang lebih tiga jam, persoalan lahan yang sempat menuai protes dari warga berhasil diselesaikan secara tuntas melalui pendekatan dialogis dan humanis.


Penyelesaian ini menjadi langkah krusial dalam mendukung kelancaran proyek drainase primer yang merupakan bagian dari program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP), sebuah program yang didukung Bank Dunia untuk mengurangi risiko banjir di kawasan perkotaan, termasuk Kota Bima.


Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) NUFReP, Dinul Hayat, menyampaikan apresiasi atas sinergi semua pihak yang terlibat dalam penyelesaian persoalan tersebut.


“Terima kasih kepada Lurah Santi, Sekretaris Kelurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda yang telah menunjukkan sinergitas dalam menyelesaikan persoalan lahan ini,” ujarnya.


Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada Ketua DPRD Kota Bima atas keterlibatan aktifnya dalam setiap penyelesaian persoalan di lapangan.


“Secara khusus, kami menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRD Kota Bima yang selalu hadir dan mengawal langsung penyelesaian masalah lahan dalam pelaksanaan proyek Bank Dunia di Kota Bima,” tambahnya.


Kehadiran pimpinan legislatif secara langsung di tengah masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat penyelesaian konflik, sekaligus memastikan proyek strategis daerah dapat berjalan tanpa hambatan.


Kolaborasi lintas sektor yang terbangun juga kembali membuktikan bahwa komunikasi terbuka dan pendekatan persuasif mampu meredam potensi konflik sosial di tengah masyarakat.


Dengan tuntasnya persoalan lahan di Kelurahan Santi, proyek drainase primer kini diharapkan dapat segera dilanjutkan, guna meningkatkan sistem pengendalian banjir serta kualitas lingkungan di Kota Bima. (Red)