Ramai Disorot, PPK Jelaskan Penyebab Keramik Proyek Pasanggrahan Wawo Dibongkar | SorotNTB
Cari Berita

Iklan 970x90 px

Ramai Disorot, PPK Jelaskan Penyebab Keramik Proyek Pasanggrahan Wawo Dibongkar | SorotNTB

Senin, 03 Agustus 2026

Fisik pekerjaan proyek Pesanggrahan Wawo Desa Maria

Bima, SorotNTB.com
– Sorotan terhadap proyek pemeliharaan Destinasi Wisata Pasanggrahan Wawo di Desa Maria, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, terus bergulir. Menanggapi pemberitaan mengenai dugaan kerusakan pada pemasangan keramik, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Edy Edi Abidin, S.T., membantah anggapan bahwa kerusakan tersebut disebabkan kualitas pekerjaan yang buruk.


Menurut Edy, keramik yang menjadi sorotan bukan terlepas dengan sendirinya, melainkan dibongkar saat adukan semen masih dalam kondisi basah.


"Lagi saya bongkar. Masih basah dibongkar kemarin. Baru dua jam dipasang, langsung dibongkar sama masyarakat. Nggak bisa lihat video semen," ujar Edy saat memberikan klarifikasi pada awak media, Senin 3 Agustus 2026.


Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas mencuatnya dugaan bahwa proyek senilai Rp219.770.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2026 mengalami kerusakan meski baru selesai dikerjakan.

Proyek tersebut dilaksanakan oleh CV. AZRAF JAYA GEMILANG berdasarkan Nomor Kontrak 13.28/SPK-Dispar/PL.APBD/V/2026 di bawah tanggung jawab Dinas Pariwisata Kabupaten Bima.


Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Muhamad Akbar, S.P., M.Si., mengaku telah mengambil langkah cepat dengan memerintahkan pejabat teknis turun langsung ke lokasi guna memastikan kondisi pekerjaan yang sebenarnya.


"Kabid, PPK dan pelaksana sudah saya perintahkan turun ke lokasi, Mas. Saat ini mereka sedang berada di sana," kata Akbar.


Ia menjelaskan bahwa sebagian pemasangan keramik baru dilakukan pada pekan lalu. Menurut informasi yang diterimanya, keramik yang menjadi sorotan dibongkar oleh masyarakat tidak lama setelah dipasang.


"Pemasangan keramik sebagian dikerjakan minggu lalu. Sementara yang terkelupas itu baru sekitar dua jam dipasang, kemudian sudah dibongkar oleh masyarakat," jelasnya.


Meski demikian, polemik proyek tersebut masih menjadi perhatian publik. Pemeriksaan lapangan yang dilakukan Dinas Pariwisata diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai apakah kondisi keramik tersebut merupakan bagian dari proses pekerjaan yang belum selesai atau terdapat persoalan teknis dalam pelaksanaannya.


Hasil pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk menjawab berbagai pertanyaan masyarakat sekaligus memastikan pekerjaan yang dibiayai uang negara benar-benar memenuhi spesifikasi teknis, mutu, dan ketentuan kontrak yang berlaku. (Red)