Dua Tahun Dam Tanah Putih Sape Rusak, Petani Bima Menjerit | SorotNTB
Cari Berita

Iklan 970x90 px

Dua Tahun Dam Tanah Putih Sape Rusak, Petani Bima Menjerit | SorotNTB

Kamis, 30 Juli 2026


Kondisi Fisik DAM Tanah Putih Sape Kabupaten Bima 

Bima, SorotNTB.com
– Di saat pemerintah pusat terus menggaungkan program swasembada pangan sebagai prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto, ironi justru terjadi di Desa Tana Putih, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Satu-satunya bendung (dam) yang menjadi sumber pengairan sawah warga rusak parah dan dibiarkan terbengkalai selama lebih dari dua tahun tanpa perbaikan.


Akibatnya, puluhan hektare lahan pertanian mengalami krisis air. Para petani terpaksa berjuang menghadapi ancaman gagal tanam dan menurunnya hasil panen karena pasokan air yang menjadi penopang utama aktivitas pertanian tidak lagi berjalan normal.


Kondisi tersebut menjadi pukulan berat bagi masyarakat Desa Tana Putih. Pasalnya, sekitar 99 persen warga menggantungkan mata pencaharian mereka dari sektor pertanian. Rusaknya infrastruktur irigasi membuat harapan meningkatkan produksi pangan semakin sulit diwujudkan.


Warga menilai kerusakan dam itu bertolak belakang dengan semangat pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Mereka berharap perhatian pemerintah tidak hanya berhenti pada slogan, tetapi diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur yang benar-benar dibutuhkan petani.


Salah seorang warga, Rasta, mendesak Pemerintah Kabupaten Bima, Pemerintah Provinsi NTB, hingga pemerintah pusat agar segera memperbaiki atau membangun kembali bendung tersebut.


"Masyarakat sangat berharap pemerintah segera memperbaiki dam ini. Selama dua tahun kami kesulitan mendapatkan air untuk sawah. Padahal hampir seluruh warga hidup dari bertani," ujar Rasta.


Ia juga meminta para anggota DPRD maupun DPR RI tidak menutup mata terhadap persoalan yang dihadapi petani. Menurutnya, para wakil rakyat harus hadir bukan hanya saat masa reses, tetapi juga memperjuangkan kebutuhan petani melalui penganggaran dan pengawasan pembangunan infrastruktur pertanian.


Warga berharap perbaikan dam dapat segera direalisasikan agar pasokan air kembali normal, produktivitas pertanian meningkat, serta kesejahteraan petani tidak terus tergerus akibat rusaknya infrastruktur yang menjadi urat nadi pengairan sawah di Desa Tana Putih.


Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih menunggu langkah konkret pemerintah untuk menjawab harapan para petani yang selama dua tahun terakhir harus berjuang tanpa dukungan infrastruktur irigasi yang memadai. (Red)