![]() |
| Kepala BLK Kota Bima, Abdul Haris |
Bima, SorotNTB.com – Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Bima kembali menggulirkan program pelatihan keterampilan bagi masyarakat melalui anggaran dari APBN dengan total nilai mencapai Rp210 juta.
Kepala BLK Kota Bima, Abdul Haris, menjelaskan bahwa program tersebut mencakup tiga jenis pelatihan, yakni pelatihan kecantikan, tata boga, dan servis handphone (HP).
"Untuk tahun ini terdapat empat paket pelatihan yang bersumber dari APBN. Tiga paket di antaranya telah selesai dilaksanakan, sementara satu paket lainnya masih dalam proses pelaksanaan," ujar Abdul Haris.
Ia menjelaskan, peserta pelatihan yang mengikuti program dari APBN tidak mendapatkan bantuan peralatan usaha setelah menyelesaikan pelatihan. Peserta hanya memperoleh sertifikat kompetensi serta uang saku selama mengikuti kegiatan pelatihan.
"Berbeda dengan pelatihan yang bersumber dari APBD, dimana peserta nantinya dapat memperoleh bantuan peralatan untuk mendukung mereka membangun usaha mandiri," jelasnya.
Setiap peserta akan mengikuti pelatihan selama 16 hari dan dibimbing langsung oleh instruktur yang berpengalaman sesuai bidang keahlian masing-masing.
Setelah pelatihan selesai, pihak BLK juga akan melakukan monitoring terhadap para peserta guna melihat perkembangan serta penerapan keterampilan yang telah diperoleh di tengah masyarakat.
Pelatihan dilaksanakan langsung di kantor BLK Kota Bima. Adapun persyaratan bagi calon peserta meliputi fotokopi KTP, Kartu Keluarga (KK), serta ijazah terakhir. Sementara batas usia peserta maksimal 35 tahun sesuai ketentuan program dari pemerintah pusat.
Melalui program ini, BLK Kota Bima berharap dapat meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang kerja dan usaha mandiri bagi para peserta setelah menyelesaikan pelatihan. (Red)


