
Wakasek Kelikukum Izhar, S.Pd
Bima, SorotNTB.com – Pihak SMA Negeri 1 Sanggar, Kabupaten Bima, memberikan klarifikasi terkait sejumlah foto yang memperlihatkan seorang Tenaga Kependidikan bersama seorang siswa yang beredar di media sosial Facebook maupun Instagram.
Beredarnya foto tersebut menimbulkan beragam tanggapan dan spekulasi di tengah masyarakat. Menanggapi hal itu, pihak sekolah menegaskan bahwa hubungan antara tenaga kependidikan dan siswa yang bersangkutan merupakan hubungan sebagaimana hubungan Tendik dan murid pada umumnya.
Pihak sekolah membantah adanya hubungan khusus sebagaimana isu yang berkembang di media sosial.
“Hubungan mereka hanya seorang Tendik dan murid, seperti pada umumnya. Kalau ada yang mengatakan keduanya memiliki hubungan lain, itu tidak benar,” jelas Wakasek Kelikukum Izhar, S.Pd.
Menurut pihak sekolah, yang disebut-sebut dalam unggahan tersebut merupakan salah seorang TENDIK (Tenaga Kependidikan/Tata Usaha) bagian Administrasi dan merupakan penyandang Disabilitas Tuna Rungu yang berdasarkan Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas: Yang mewajibkan pemerintah, pemerintah daerah, BUMN, dan BUMD untuk mempekerjakan penyandang disabilitas paling sedikit 2% dari jumlah pegawai. Sementara untuk perusahaan swasta, kuotanya minimal 1%.UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional: Menyatakan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan bermutu dan berkontribusi dalam dunia pendidikan tanpa diskriminasi. Sehingga di rekrut menjadi Tenaga Kependidikan bagian Administrasi yang selama ini mengabdi di SMA Negeri 1 Sanggar. Selama menjalankan tugas, yang bersangkutan dikenal sebagai Tendik yang rajin, sopan, serta memiliki kedekatan dengan para siswa dan siswi.
“Dia sangat rajin, sopan, dan sangat dekat dengan siswa-siswi di sekolah. Selama ini kami tidak melihat adanya hal-hal yang merugikan anak sekolah maupun sekolah,” jelasnya.
Meski demikian, pihak sekolah menyatakan tidak akan mengabaikan persoalan tersebut. Menyusul viralnya sejumlah foto di media sosial, pihak sekolah akan memanggil Tendik dan siswa yang bersangkutan untuk dimintai penjelasan secara langsung.
Sekolah juga memastikan akan melakukan pembinaan sebagai langkah untuk menjaga lingkungan pendidikan tetap kondusif serta mencegah munculnya persoalan serupa.
“Atas kejadian ini, sekolah tidak akan menutup mata. Kami tetap akan memanggil keduanya dan melakukan pembinaan. Masukan dan kritik yang sifatnya membangun tetap kami terima,” terang pihak sekolah.
Pihak SMA Negeri 1 Sanggar juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila beredarnya foto tersebut telah menimbulkan keresahan.
Sekolah mengimbau masyarakat agar tidak mudah menarik kesimpulan hanya berdasarkan unggahan atau foto yang beredar di media sosial, dan menyerahkan klarifikasi persoalan tersebut kepada pihak sekolah untuk ditangani secara internal sesuai ketentuan yang berlaku (Red)

