PPK Sanimas Bantah Arahkan Pokmas ke Distributor Lombok | SorotNTB
Cari Berita

Iklan 970x90 px

PPK Sanimas Bantah Arahkan Pokmas ke Distributor Lombok | SorotNTB

Jumat, 21 Agustus 2026

Ilustrasi 

Bima, SorotNTB.com
– Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) di Kabupaten Bima angkat bicara terkait sorotan sejumlah Kelompok Masyarakat (Pokmas) penerima program yang menyebut adanya dugaan arahan untuk membeli bahan material pekerjaan pada salah satu distributor di wilayah Pulau Lombok.


PPK Sanimas, Edy, membantah adanya arahan tersebut. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan pekerjaan program Sanimas saat ini bahkan belum berjalan.


“Kerja saja belum, Pak. Sudah dituduh mengarahkan. Kita tidak pernah mengarahkan. Semua keputusan ada di Pokmas,” ujar Edy saat dikonfirmasi media ini melalui WhatsApp, Jumat (21/8/2026).


Menurutnya, mekanisme pelaksanaan program telah melibatkan struktur Pokmas yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara dan pengawas. Selain itu, pemerintah desa juga turut terlibat dalam pelaksanaan program.


Dengan struktur tersebut, Edy mempertanyakan kemungkinan adanya pihaknya mengarahkan Pokmas untuk membeli material dari distributor tertentu.


“Di dalam Pokmas ada ketua, sekretaris, bendahara dan pengawas. Kemudian ada kepala desa. Apakah memungkinkan kami mengarahkan? Semua material bisa dibeli di toko sekitar. Bapak bisa kroscek. Kami tidak ada mengarahkan,” tegasnya.


Bantah Tudingan dan Klaim Baru Mengetahui Material Dibeli di Lombok


Edy juga membantah tudingan bahwa pihak PPK, Koordinator Wilayah (Korwil) maupun pengawas mengarahkan Pokmas untuk berbelanja material di distributor tertentu.


Ia mengaku baru mengetahui adanya informasi bahwa sebagian kebutuhan material program tersebut dibeli dari wilayah Pulau Lombok.


“Kami tidak ada yang mengarahkan beli di mana. Semua Pokmas yang memilih. Saya baru tahu ada barang material yang dibeli di Lombok,” jelasnya.


Menurut Edy, sejumlah material yang dibutuhkan dalam pelaksanaan program Sanimas pada dasarnya tersedia di wilayah Kabupaten Bima. Ia juga mengakui hanya dua desa yang mendapatkan program tersebut di wilayah Kabupaten Bima. 


“Kalau material, setahu saya semen, bata, besi, baja ringan, semuanya ada di toko di Bima. Kota bima gak ada pak. Hanya kabupaten  Bima saja. Kalau gak salah 2 desa saja," katanya.


Dugaan Arahan Sebelumnya Disorot Sebelumnya, muncul dugaan adanya arahan kepada kelompok penerima Program Sanimas untuk melakukan pembelian kebutuhan pekerjaan pada salah satu distributor yang berada di wilayah Pulau Lombok.


Dugaan tersebut mencuat di tengah sorotan terhadap pola pengadaan material program. Sejumlah pihak mempertanyakan alasan apabila kebutuhan material yang tersedia di Bima justru didatangkan atau dibeli dari luar daerah.


Dugaan arahan itu disebut-sebut melibatkan pihak yang berkaitan dengan pengawasan program, termasuk Korwil dan PPK.


Namun, hingga berita ini diturunkan, tudingan tersebut masih berupa dugaan dan belum terbukti. PPK Sanimas Kabupaten Bima secara tegas membantah adanya pengarahan kepada Pokmas untuk membeli material pada distributor tertentu.


Edy menegaskan bahwa keputusan terkait tempat pembelian material merupakan kewenangan Pokmas sesuai kebutuhan dan mekanisme pelaksanaan program.


Dengan adanya bantahan tersebut, persoalan pengadaan material Sanimas di Kabupaten Bima kini menjadi perhatian untuk diklarifikasi lebih lanjut, terutama terkait mekanisme pembelian, transparansi harga, serta pihak yang menentukan pemasok material. (Red)