![]() |
| Ilustrasi |
Kota Bima, SorotNTB.com – Ratusan tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Kota Bima mengeluhkan belum dibayarkannya jasa pelayanan (Jaspel) selama tujuh bulan, terhitung sejak Januari hingga Juli 2026. Kondisi ini memicu keresahan di kalangan pegawai karena hak mereka belum juga diterima.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya sekitar 500 pegawai yang berhak menerima Jaspel hingga kini belum memperoleh pembayaran. Mereka terdiri dari tenaga medis dan nonmedis, termasuk dokter spesialis, dokter umum, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya.
Sejumlah nakes mengaku kecewa lantaran belum ada kepastian dari pihak manajemen RSUD Kota Bima terkait kapan Jaspel tersebut akan dibayarkan. Padahal, jasa pelayanan merupakan salah satu komponen pendapatan yang sangat diharapkan para tenaga kesehatan.
Informasi yang beredar menyebutkan, keterlambatan pembayaran diduga berkaitan dengan persoalan DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pasien). Namun, alasan yang disampaikan dinilai masih beragam dan belum memberikan penjelasan yang jelas mengenai akar permasalahan sehingga pembayaran Jaspel terus tertunda.
Para tenaga kesehatan berharap manajemen RSUD Kota Bima segera memberikan penjelasan secara terbuka sekaligus menuntaskan pembayaran Jaspel yang telah menjadi hak mereka. Mereka juga meminta Pemerintah Kota Bima turun tangan untuk memastikan persoalan tersebut segera diselesaikan agar tidak mengganggu semangat dan pelayanan tenaga kesehatan kepada masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RSUD Kota Bima belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab belum dibayarkannya Jaspel ratusan tenaga kesehatan tersebut. (Red)


