Tiga KK Tinggal di Rumah Nyaris Roboh, Sigi Paruga Kembali Menyahat Hati | SorotNTB
Cari Berita

Iklan 970x90 px

Tiga KK Tinggal di Rumah Nyaris Roboh, Sigi Paruga Kembali Menyahat Hati | SorotNTB

Rabu, 25 Maret 2026

Kk Tina dan Konsisi Rumah reot

Kota Bima, SorotNTB.com
- Potret kemiskinan di Kelurahan Paruga kembali mencuat dan mengetuk nurani. Di tengah berbagai program pengentasan kemiskinan yang terus digaungkan, masih ada warga yang hidup dalam kondisi jauh dari kata layak.


Di RT 10 RW 03, tak jauh dari kediaman Ibu Maryam, sebuah rumah panggung berdiri rapuh. Dindingnya lapuk, atapnya nyaris runtuh, dan strukturnya terlihat membahayakan bagi siapa saja yang tinggal di dalamnya.


Rumah tersebut dihuni oleh tiga kepala keluarga yang hingga kini belum pernah tersentuh bantuan perbaikan rumah dari pemerintah.


Muslim, salah satu penghuni rumah, mengungkapkan bahwa dirinya pernah menerima bantuan bedah rumah sebesar Rp17 juta pada tahun 2019. Namun, bantuan itu tidak menyentuh kondisi rumah saudarinya yang kini ditempati bersama dan berada dalam kondisi sangat memprihatinkan.


“Di rumah ini ada tiga kepala keluarga, tapi sampai sekarang belum pernah dapat bantuan dari pemerintah,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).


Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi bangunan tersebut sudah tidak layak huni. Material kayu yang digunakan tampak lapuk dimakan usia, sementara bagian atap terlihat rawan ambruk, terutama saat hujan dan angin kencang.


Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar terkait pemerataan bantuan sosial, khususnya program bedah rumah yang seharusnya menjadi solusi bagi warga dengan tingkat kerentanan tinggi.


Warga berharap pemerintah tidak hanya hadir dalam bentuk janji dan program di atas kertas, tetapi benar-benar turun langsung memastikan bantuan tepat sasaran.


“Yang kami butuhkan bukan sekadar wacana, tapi tindakan nyata agar kami bisa hidup lebih layak,” harap warga.


Potret ini menjadi pengingat bahwa pekerjaan rumah dalam pengentasan kemiskinan masih panjang, dan perhatian serius dari semua pihak sangat dibutuhkan agar tidak ada lagi warga yang terabaikan di tengah pembangunan. (Red)