
Siti Mariam dan Keluarga
Kota Bima, SorotNTB.com - Nasib memilukan dialami Maryam (66), warga RT 10 RW 03, Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat. Di usia senja, ia harus menjalani hari-hari penuh keterbatasan di rumah yang nyaris roboh, sekaligus kehilangan bantuan sosial yang selama ini menjadi penopang hidupnya.
Maryam mengaku bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang sebelumnya rutin ia terima, tiba-tiba terhenti sejak tiga bulan terakhir di tahun 2026 tanpa penjelasan yang jelas.
“Dulu dapat PKH, tapi sekarang sudah dialihkan. Saya tidak tahu alasannya,” ujarnya lirih saat ditemui awak Media Rabu (25/3/2026).
Kondisi rumah yang ditempati Maryam sangat memprihatinkan. Dinding terlihat rapuh, lantai miring, dan atap rumah mengancam keselamatan penghuni. Rumah tersebut merupakan peninggalan orang tuanya yang hingga kini belum pernah tersentuh perbaikan berarti.
Bersama suami yang bekerja serabutan dan tiga anaknya, Maryam bertahan hidup dalam kondisi serba kekurangan.
Ironisnya, Maryam mengaku sudah beberapa kali didata untuk program bantuan, termasuk bedah rumah sejak masa kepemimpinan Wali Kota sebelumnya. Namun hingga kini, janji tersebut tak kunjung terealisasi.
Kondisi serupa juga dialami kakak kandungnya, Ali, yang tinggal berdampingan dengan Maryam. Rumah yang ditempati Ali bahkan tak kalah memprihatinkan—dinding kayu lapuk dan struktur bangunan yang melemah, jauh dari standar kelayakan hunian.
“Kami juga pernah didata sebagai penerima bantuan, tapi tidak pernah ada realisasi,” ungkap Ali.
Pantauan di lapangan menunjukkan kedua rumah tersebut berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera.
Di tengah berbagai program pengentasan kemiskinan yang digaungkan pemerintah, kondisi Maryam dan keluarganya justru menjadi potret buram yang sulit diabaikan. Bantuan sosial yang terhenti dan minimnya intervensi nyata memperlihatkan adanya celah serius dalam penyaluran program.
Situasi ini memunculkan pertanyaan besar: ke mana arah kebijakan bantuan sosial selama ini? Mengapa warga yang jelas hidup dalam keterbatasan justru terlewatkan?
“Ini bukan sekadar soal data atau administrasi. Ini tentang kemanusiaan dan kehadiran negara bagi warganya yang paling membutuhkan,” tegas Agus, Pimpinan Redaksi Metromini Media, usai meninjau langsung kondisi rumah Maryam bersama tim jurnalis.
Kisah Maryam menjadi pengingat bahwa di balik angka-angka program bantuan, masih ada realitas pahit yang menuntut perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah. (Red)

