Bermitra Dengan Sejumlah OPD Bima, IPEMI Gelar Kurasi Jajan
Cari Berita

Iklan 970x90 px

Bermitra Dengan Sejumlah OPD Bima, IPEMI Gelar Kurasi Jajan

Jumat, 09 Oktober 2020

Penilailan Olahan Jajan Pangan di Sekretariat IPEMI Kelurahan Manggemaci

Bima, SorotNTB.com
-Untuk meningkatkan kualitas dan keamanan  jajanan yang dikonsumsi pada beragam kegiatan, Pengurus Daerah Ikatan Pengusaha Muslimah (IPEMI) Bima bermitra dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pemerintah kabupaten Bima mengadakan Kurasi atau penilaian olahan pangan jajan Kamis (08/10/2020) di Sekretariat IPEMI Bima kelurahan Manggemaci Kota Bima.


Ketua Ikatan Pengusaha Muslimah (IPEMI) Kabupaten Bima Fitriani Adel Linggi Ardi,SE disela kegiatan mengatakan  “Salah satu kegiatan yang tengah difasilitasi adalah pemberdayaan wirausaha muslimah melalui penilaian (kurasi) mutu dan keamanan pangan olahan aneka  jajanan. Tim kurasi terdiri Ketua TP PKK Kabupaten Hj. Rostiati Dahlan, S.Pd, Kadis Koperasi dan UKM Iwan Setiawan SE, Kadis Kominforstik  Fahrurahman SE, M.Si,   DP3AP2KB  dan Perwakilan Badan POM.


Fitriani mengungkapkan, sebanyak 14 peserta dari beragam produser kue seperti pie susu, bolu, puding, risoles, berongko,  brownies,  Onde onde, lupis,  aneka kue basah dan kering  ikut serta pada kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas  produk jajan  dengan memfokuskan pada jenis produk tertentu. 


Karena itu dirinya menghadapkan, agar para wira usaha muslima memahami dengan baik kebutuhan pasar dan IPEMI akan memberikan label pada produk kue lolos uji.

Ditambahkannya, sejumlah kegiatan organisasi yang dipimpinnya bermitra dengan instansi pemerintah daerah antara lain Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Koperasi dan UKM, DP3AP2KB, Dinas Kominfostik, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) dan TP PKK Kabupaten Bima.


Salah seorang Tim kurator Safriatna mengatakan, hasil akhir dari produk jajan adalah omzet. Karena itu penting untuk mengetahui masalah dan siapa   yang menjadi konsumen, termasuk harga bahan baku yang terjangkau.  Setelah mengatahui masalah  yang dihadapi  dengan produk jajanan," pungkasnya. (RED)