Awal Menjabat Kepala SMPN 2 Kobi, Jufrin Bangun Keteladanan Agama Terhadap Siswa Dam Guru
Cari Berita

Iklan 970x90 px

Awal Menjabat Kepala SMPN 2 Kobi, Jufrin Bangun Keteladanan Agama Terhadap Siswa Dam Guru

Sabtu, 22 Februari 2020

Kepala SMPN 2 Kota Bima Jufrin, S.Pd. (Foto: Choey)
Kota Bima, SorotNTB.com- Dalam rangka mendukung program Maja labo dahu dan sekolah ramah anak yang digelorakan oleh pemerintah Kota Bima, Pimpinan dan segenap jajaran civitas pendidikan SMPN 2 Kota Bima di bawah kendali seorang mantan Instruktur Nasional K 13 dan Ketua Komunitas IPA Kota Bima, Jufri, S, Pd. Sejak Awal diberikan amanah oleh kepala daerah untuk menjadi kepala sekolah SMPN 2 Kota Bima sudah mulai mengawalinya dengan membangun Karakter keteladanan Agama.

"Untuk menciptakan program Pemerintah Maja labo dahu dan sekolah Ramah anak maka kami awali dengan Membangun sebuah perilaku menjadi sebuah kebiasan dimana kebiasaan ini akan menjadi sebuah karakter. Dan karakter ini menjadi sebuah budaya kerja, tetapi kalau kerjanya hanya ingin mencari reward atau penghargaan, anak didik pun tidak mungkin mencontohi kita, karena keteladanan itu tidak kita contoh kan," kata Jufrin saat ditemui diruang kerjanya Sabtu (22/03/2020).

Kata dia, Semua komponen itu harus dapat jadi contoh, misalnya siswa disuruh datang pagi sementara gurunya selalu datang telat.

"Lalu kita larang siswa ngerokok kita sendiri ngerokok karenanya pikiran perkataan dan perbuatan itu harus konsisten kalau tidak begitu bagaimana mungkin keteladanan bisa terwujud," tuturnya.

Kemudian lanjut Jufri, selalu menggunakan kata yang positif dan sentuhan dengan hati apalagi di sekolah ini yang sangat kompleks latar belakang peserta didiknya betapapun negatifnya jangan pernah katakan negatif tapi selalulah mulai dengan bahasa dan kalimat yang positif, metode ini adalah hasil riset.

"Hal yang bagus dan baik di sekolah bawalah pulang ke rumah sebaliknya hal yang bagus dan baik di rumah bawalah ke sekolah kemudian kerjakanlah apa yang kita tulis dan tulislah apa yang kita kerjakan maka yakin dan percayalah itu akan membentuk sebuah perubahan," saranya.

Mengenai dukungan para guru kata jufrin, itu sangat luar biasa karena sebenarnya semua adalah kepala sekolah hanya legalitas formal sebuah organisasilah yang mesti membutuhkan satu tanda tangan.

"Maka dari itu saya berpesan kepada semua kalangan guru untuk kerja profesional dan kerja tingkat tinggi, karena tidak semua orang yang kerja itu mampu saya berikan penghargaan atau yang tidak saya berikan punishment karena masih ada pengadil yang maha adil akan menilai kita setiap saat," pungkasnya. (RED)