RSUD Kota Bima Disorot, Ranjang Menumpuk dan Fasilitas Kumuh | SorotNTB
Cari Berita

Iklan 970x90 px

RSUD Kota Bima Disorot, Ranjang Menumpuk dan Fasilitas Kumuh | SorotNTB

Jumat, 03 April 2026


Kondisi kekumuhan Panjang Pasien RSUD Kota Bima 

Kota Bima, SorotNTB.com
– Citra pelayanan kesehatan di Kota Bima kembali tercoreng. Sebuah video yang memperlihatkan kondisi memprihatinkan di RSUD Kota Bima viral di media sosial dan langsung memicu gelombang kritik dari masyarakat.


Dalam video yang beredar luas itu, tampak jelas sejumlah ranjang pasien ditumpuk begitu saja di satu area, sementara lingkungan rumah sakit terlihat semrawut, kotor, dan jauh dari standar fasilitas kesehatan yang layak. Pemandangan tersebut memunculkan kesan kumuh dan tak terurus—ironis untuk sebuah rumah sakit umum daerah.


Unggahan Media Kabar Bima pada Jumat (3/4/2026) ikut mempertegas sorotan publik. Dalam narasinya, kondisi tersebut disebut terjadi di bangunan lama RSUD yang diduga luput dari perhatian, meski pembangunan fasilitas baru terus berjalan.


Situasi ini langsung memantik kemarahan warga. Mereka menilai pemerintah dan manajemen rumah sakit lalai dalam menjaga kualitas layanan dasar yang menyangkut hajat hidup orang banyak.


“Ini bukan soal sepele. Rumah sakit itu tempat orang mencari kesembuhan, bukan malah menambah beban dengan kondisi yang jorok dan berantakan,” tegas salah satu warga.


Kritik publik bukan tanpa alasan. Penumpukan ranjang dan buruknya penataan fasilitas dinilai mencerminkan lemahnya manajemen serta minimnya pengawasan. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan daerah.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak RSUD Kota Bima maupun Pemerintah Kota Bima terkait video viral tersebut. Sikap bungkam ini justru semakin memperbesar tanda tanya publik: ada apa sebenarnya dengan pengelolaan RSUD?


Masyarakat kini mendesak langkah cepat dan konkret, bukan sekadar janji. Pembenahan total, audit fasilitas, hingga evaluasi manajemen dinilai menjadi keharusan.


Kasus ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah. Pembangunan fisik semata tidak cukup—perawatan, kebersihan, dan tata kelola fasilitas adalah wajah nyata pelayanan publik. Jika dibiarkan, bukan hanya citra yang rusak, tapi juga kepercayaan masyarakat yang dipertaruhkan. (Red)