2024, Brida Kota Bima Gagas Kerjasama Teknologi Arsinum dengan BRIN | SorotNTB
Cari Berita

Iklan 970x90 px

2024, Brida Kota Bima Gagas Kerjasama Teknologi Arsinum dengan BRIN | SorotNTB

Rabu, 25 Oktober 2023

Brida Kota Bima Rakor dengan Brin

Kota Bima, SorotNTB.com
- Masalah ketersediaan air bersih di wilayah Kota Bima menjadi perhatian serius Badan Riset dan Inovasi daerah (BRIDA) Kota Bima, sejak berdiri awal 2023, Kiprah BRIDA Kota BIma dibawah kepemimpinan Adhi Aqwam, ST, M.ENg, M.Sc terus melalukan terobosan. 


Kali ini BRIDA kembali menggagas teknologi air siap minum (Arsinum) dengan BRIN. Senin  (23/10/2023) Kepala BRIDA Kota Bima, Adhi Aqwam, ST, M.Eng, M.Sc, bertemu dengan sejumlah pakar penyelenggara Pusat riset lingkungan dan teknologi bersih Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna menjajaki Kerjasama Teknologi Air Siap Minum (Arsinum) tersebut di Kota Bima.


Dijelaskan Adhi Aqwam, produk teknologi Air Siap Minum (Arsinum) dapat menghasilkan air siap minum dengan teknologi Pressure Filter, Ultrafitrasi dan Reverse Osmosis.


Sumber bahan baku air dapat dari mana saja, seperti tanah, PAM, hujan, laut, bahkan saat banjir sekalipun. Teknologi Arsinum, merupakan teknologi yang sudah establish dan proven, hal ini terbukti dengan pemanfaatannya yang sudah tersebar di beberapa daerah.


“Kita akan siapkan Kerjasama tentang teknologi ini tahun depan (2024),” ujarnya dari Jakarta usai melakukan Pertemuan dengan Sejumlah Pakar di BRIN, Selasa.  


Adhi menjelaskan, teknologi ini sudah diterapkan oleh beberapa daerah di Indonesia, ini akan memungkinkan ketersediaan air bersih bagi Masyarakat serta sangat mudah dilakukan dengan dukungan dari penyelenggara BRIN


Masalah penerapan teknologi sempat diungkapkan Kepala Pusat Riset Lingkungan dan Teknologi Air Bersih Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sasa Sofyan Munawar pada acara Business Matching tahun 2022 yang menjadi bagian dari agenda gelaran Indonesia Research and Innovation (InaRI) Expo 2022 di Cibinong Science Center, Cibinong Jawa Barat, pada Sabtu (29/10).


Menurut Sasa saat itu, dikutip dari laman Resmi BRIN, Wilayah Indonesia itu luas, teknologi yang sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat ini, harus dikemas dalam sebuah program. BRIN sebagai pemilik teknologi, tidak mungkin berjalan sendiri. 


“Saya berharap, agenda Business Matching kali ini menjadi langkah awal kolaborasi dari berbagai stakeholder. Baik pihak swasta, pemerintah daerah, maupun kementerian dan lembaga lainnya. Hal ini bertujuan agar manfaat teknologi Arsinum ini lebih masif, dapat dirasakan masyarakat seluruh wilayah Indonesia,” katanya.


Sementara Ketua Tim Riset Arsinum dari Pusat Riset Lingkungan dan Teknologi Air Bersih BRIN, Nusa Idaman Said mengatakan, keunggulan Arsinum ini dapat menghasilkan air siap minum tanpa dimasak, karena sudah memenuhi standar mutu Kementerian Kesehatan RI. Sangat mudah dioperasikan dan memiliki kandungan komponen dalam negeri sebesar 61%. 


“Komponen peralatan, relatif mudah ditemukan di dalam negeri. Disamping memenuhi kebutuhan air minum di daerah yang minim sumber air layak minum di pulau-pulau terpencil, teknologi ini juga menjadi solusi kebutuhan air minum pada kondisi tanggap darurat,” beberanya.


Ia membeberkan pada 2010 saat banjir besar DKI Jakarta, untuk kebutuhan air bersih dan air minum pemerintah provinsi menggunakan teknologi Arsinum ini. Sumber baku airnya, yaitu dari air banjir itu sendiri.


Teknologi ini, merupakan produk inovasi yang telah teruji dengan menggunakan serangkaian teknologi proses.


Air yang dihasilkan pun, telah memenuhi standar air minum yang aman berdasarkan hasil uji laboraturium. Kapasitas produksi teknologi Arsinum, setiap harinya mampu mencapai 5 ribu liter, setara dengan 25 ribu gelas. (SRT-01)